Pengertian, Kaidah Penulisan, Fungsi, Dan Contoh Jurnal Ilmiah

Dalam dunia ilmiah ataupun bidang akademik, istilah jurnal tentunya sudah tidak asing lagi terdengar. Terhitung sejak tahun 2014, jurnal banyak dicari dan mudah ditemukan di internet. Hal ini karena saat ini sudah banyak yang mempublikasikan jurnal jurnal melalui internet sehingga bisa di sharing dengan banyak orang.

Bahkan yang membutuhkan jurnal akan lebih mudah untuk menemukannya sebagai salah satu referensi untuk mengambil tautan ilmiah atau lainnya. Tentu disini jurnah ada macam macam sesuai dengan karya yang dilakukan atau dibuat oleh pembuat jurnal tersebut.

Namun apa sih sebenarnya jurnal itu? Apa saja fungsinya? Untuk mengetahui jawaban lengkapnya, simak uraian berikut ini dari pengertian sampai contoh jurnal yang bisa kamu pahami agar tidak bingung lagi!

Apa Itu Jurnal?

Jurnal merupakan publikasi periodik yang di dalamnya berisi sejumlah artikel yang diterbitkan secara teratur pada interval tertentu. Biasanya bulanan atau seperempat tahun dan ada juga yang diterbitkan secara tahunan. Secara umum jurnal diklasifikan ke dalam beberapa bagian, yaitu :

  1. Professional or Trade Journals

Jenis jurnal ini ditargetkan pada profesi atau industri tertentu yang berisi berita termutakhir, pendapat, dan saran praktis tentang produk baru untuk menginformasikan kepada pembaca tentang kejadian dalam industri atau profesi.

Artikel di dalam jurnal ini mungkin peer-review dan termasuk kutipan. Beberapa contoh professional or trade journals yaitu The Bookseller, MediaWeek, dan Advertising Age.

  1. Popular Journals

Dalam jenis jurnal ini terdapat berita, cerita fitur, pendapat, dan potongan editorial yang memberi informasi dan menghibur para pembaca. Artikelnya tidak peer-review dan pada umumnya ditulis dalam bahasa yang mudah dipahami pembaca.

Popular journals berisi iklan, ilustrasi, dan foto-foto gloosy, kutipan, dan biografi yang tidak umum. Contoh jurnal populer yaitu Time, Vogue, People Magazine, dan Economist.

  1. Scholarly Journals

Jenis jurnal ini lebih dikenal dengan jurnal wasit, peer-review atau jurnal akademik. Jurnal ini berisi artikel yang diterbitkan secara teratur pada interval tertentu. Jurnal akademik bertujuan untuk menyebarluaskan pengetahuan dan penelitian dari sebuah temuan baru.

Scholarly journals mungkin berisi ulasan dan kritik studi atau temuan. Contoh jurnal wasit diantaranya Publishing Research Quarterly, South African Journal of Science, dan The Journal of Science and Technology.

Jurnal Ilmiah, Jenis Jurnal Yang Sering Dijumpai

Diantara tiga bagian jurnal, jurnal yang paling sering dijumpai adalah jurnal ilmiah dan jurnal akuntansi yang tergolong ke dalam bagian Scholarly Journals. Namun pada kesempatan ini kita hanya akan membahas jurnal ilmiah. Apa itu jurnal ilmiah?

Jurnal ilmiah merupakan majalah publikasi yang di dalamnya memuat karya tulis ilmiah yang secara nyata mengandung data dan informasi untuk memajukan yang ditulis sesuai dengan kaidah ketentuan ilmiah. Biasanya jurnal ini diterbitkan secara berkala.

Jurnal ilmiah tidak hanya dipublikasikan dalam skala nasional tetapi hadir juga dalam skala internasional. Pada dasarnya kedua jurnal tersebut tidak mempunyai banyak perbedaan, hanya terletak pada bagian penggunaan bahasanya saja. Fungsi utamanya masih sama, untuk mempublikasikan karya yang kreatif dan inovatif.

Contoh jurnal ilmiah yang paling banyak dicari yaitu : jurnal ilmiah kesehatan, jurnal ilmiah biologi, jurnal ilmiah teknik informatikan, jurnal akuntasi keuangan, dan lain sebagainya.

Kaidah Penulisan Jurnal Ilmiah

Dalam penulisan jurnal ilmiah terdapat beberapa kaidah penulisan yang terdiri dari :

  • Logis – Penjelasan dari data dan informasi yang disajikan dalam jurnal harus masuk akal pemikiran kebenaran ilmu.
  • Obyektif – Data dan informasi harus sesuai dengan fakta.
  • Sistematis – Sumber data dan informasi yang diperoleh dari hasil kajian harus mengikuti urutan pola pikir yang sistematis, konsisten, dan berkelanjutan.
  • Andal – Data dan informasi yang dituang ke dalam jurnal telah teruji dan sahih serta masih memungkinkan untuk terus dikaji ulang.
  • Desain – Terencanakan dan mempunyai rancangan khusus.
  • Akumulatif – Kumpulan dari berbagai sumber yang diakui kebenaran dan keberadaannya serta dapat memberikan kontribusi bagi khasanah iptek yang sedang berkembang.

Fungsi Jurnal Ilmiah

Jurnal ilmiah selalu berhubungan dengan perkembangan ilmu pengetahuan sehingga menjadi sumber pengetahuan dan penemuan baru dalam dunia penelitian. Sebuah jurnal bisa dikatakan sebagai jurnal ilmiah jika memiliki fungsi sebagai berikut.

  1. Registration – Mempublikasikan klaim prioritas ilmu pengetahuan. Artinya jurnal tidak harus menerima duplikasi atau menjiplak bahan.
  2. Dissemination – Menyediakan akses yang menginformasikan penemuan kepada khalayak yang mencari informasi sesuai dari jurnal yang dimaksud.
  3. Certification – Memberikan keizinan atau persetujuan yang bertujuan untuk melindungi para pembaca dan penulis dari penipuan.
  4. Archival record – Menjaga catatan ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk menyiapkan sebuah sistem penyimpanan permanen untuk karya yang dipublikasikan.

Contoh Jurnal Ilmiah

Tata penulisan dan letak pembuatan jurnal ilmiah :

JUDUL

Setiap jurnal harus memiliki judul yang jelas. Judul ini memudahkan pembaca untuk mengetahui inti jurnal tanpa harus membaca keseluruhan dari jurnal tersebut. Dari sebuah judul akan memberi gambaran kepada pembaca tentang apa isi dalam jurnal.

ABSTRAK

Bagian abstrak berfungsi untuk merangkum secara singkat isi jurnal. Penulisan abstrak bertujuan untuk menjadi penjelasan tanpa harus membaca keseluruhan isi jurnal. Bagian abstrak harus menyajikan sekitar 250 atau 500 kata yang merangkum tujuan, metode, hasil dan kesimpulan. Dalam penulisan abstrak tidak boleh menggunakan singkatan atau kutipan.

PENDAHULUAN

Pendahuluan adalah pernyataan dari hal yang sedang diteliti atau diselidiki dan memberikan informasi kepada pembaca untuk memahami tujuan spesifikasi kita dalam kerangka teoritis yang lebih besar. Bagian ini mencakup informasi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, dan tujuan.

BAHAN DAN METODE

Bagian ini menjelaskan prosedur percobaan yang akan dilakukan. Peneliti akan menjelaskan prosedur percobaan, peralatan, metode pengumpulan data, dan jenis pengendalian. Selain itu, penulis bisa menjelaskan teknik pengambilan atau pengumpulan data di bagian ini.

HASIL

Peneliti bisa membahas data dengan pola yang diamati. Setiap hubungan antar variabel percobaan yang penting dan setiap korelasi antara variabel dapat dilihat dengan jelas.

KESIMPULAN

Bagian ini merupakan jawaban dari pernyataan yang dinyatakan dalam pendahuluan yaitu bagian tujuan penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Semua kutipan yang didapat peneliti harus ditulis sesuai abjad pada bagian ini. Tujuannya untuk memudahkan pembaca yang ingin merujuk literatur asli.

Demikian sekilas mengenai penjelasan, fungsi dan contoh jurnal yang bisa kamu pahami jika masih bingung dengan karya ilmiah pembuatan jurnal. Tata cara penulisan jurnal tentu harus kamu pahami dengan baik agar jurnal yang ditulis tentu sesuai dengan kaidah dan tata cara penulisan yang seharusnya sesuai sistematika.

Nah, sudah paham mengenai pengertian jurnal dan tata cara untuk membuatnya? Simpel bukan? Jurnal ilmiah atau jurnal lainnya tentu saja dibuat dengan sedetail mungkin namun tidak bertele tele sebab jurnal langsung pada intinya.

You may also like...